Kardinal Suharyo Sebut Keteladanan Gus Dur Jadi Warisan Paling Berharga

Jakarta – Kardinal Gereja Katolik dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, menilai keteladanan menjadi warisan terpenting Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Banyak pemimpin bisa berbicara dengan baik, namun tidak semua menghadirkan keteladanan nyata.

Suharyo mengatakan Gus Dur adalah sosok pemimpin yang utuh, cerdas, membumi, dan dekat dengan rakyat. Prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” bagi Gus Dur bukan sekadar slogan, tetapi tuntunan hidup. Ia menekankan keteladanan lebih bermakna dibandingkan sekadar ucapan.

Ketua Panitia Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid, menilai keteladanan dan pemikiran Gus Dur tetap relevan hingga kini. Nama Gus Dur sering kembali disebut saat masyarakat menghadapi ketidakadilan dan konflik, menunjukkan kuatnya jejak moral yang ditinggalkannya.

Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur menjadi momen refleksi atas nilai keteladanan, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat, yang diharapkan tetap menjadi rujukan bagi para pemimpin bangsa ke depan. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Dukcapil DKI Sebut 35 Persen Pendatang Baru ke Jakarta Fokus Cari Kerja

    Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat tren urbanisasi ke Ibu Kota masih didominasi oleh pencari kerja. Berdasarkan data terbaru, sekitar 34,97 persen pendatang baru masuk…

    Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

    Jakarta – Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah terus didorong oleh pemerintah. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan,…