Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa PT Pupuk Indonesia akan membangun tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan. Kebijakan ini juga disertai penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.
Pernyataan ini disampaikan saat Rembuk Tani dan Sosialisasi Kebijakan Perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Nilai subsidi pupuk tetap sekitar Rp45–45,5 triliun, kemungkinan naik tipis menjadi Rp46 triliun. Dengan efisiensi dan kebijakan yang tepat, harga pupuk bisa turun, sementara pembangunan pabrik baru tetap berjalan tanpa menambah beban subsidi negara.
Sistem baru ini memungkinkan Pupuk Indonesia membangun satu pabrik setiap tahun. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan mulai 1 Januari 2025, pemerintah akan melakukan deregulasi distribusi pupuk sehingga petani lebih mudah mengakses pupuk dan mendapatkan diskon harga 20 persen.
Forum rembuk tani menjadi sarana bagi petani untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah dan BUMN pupuk, agar kebijakan dapat berjalan tepat sasaran. Dikutip dari Antaranews.com







