Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperkuat industri pertahanan nasional, termasuk PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Ia menyebut PTDI menghadapi hambatan serius dalam pemenuhan bahan baku yang sebagian besar masih harus diimpor, sehingga produksi dan penjualan tidak bisa mencapai target yang diharapkan.
Novita menekankan kondisi ini tidak hanya menghambat kinerja PTDI, tetapi juga berdampak pada perekonomian nasional. Ia mendesak pemerintah dan instansi terkait hadir memberikan dukungan nyata, terutama dalam penyediaan bahan baku yang menjadi kunci keberlanjutan produksi. Selain itu, ia menyoroti minimnya investasi pemerintah yang membuat industri strategis seperti PTDI berpotensi tertinggal dan kehilangan daya saing.
Dalam rangkaian kunjungan ke PTDI, Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi VII Saleh Partaonan. PTDI menyampaikan beberapa kendala mendasar, termasuk keterbatasan anggaran, regulasi yang rumit, dan beban pajak yang tinggi, yang menjadi tantangan utama dalam menjalankan kegiatan produksi.
Novita berharap langkah-langkah ini mendorong pemerintah untuk lebih fokus memperkuat industri pertahanan nasional agar mampu mandiri dan bersaing secara global. Dikutip dari Antaranews.com







