ChatGPT Mulai Tersaingi, Analis Soroti Laju Pertumbuhan Gemini

  • Ragam
  • December 8, 2025
  • 0 Comments

Jakarta – Pertumbuhan pengguna global ChatGPT mulai melambat, sementara Google Gemini mencatat pertumbuhan lebih cepat. Menurut Sensor Tower, ChatGPT masih memegang sekitar 50 persen pangsa unduhan dan 55 persen pengguna aktif bulanan, tetapi Gemini mampu melampaui dalam pertumbuhan unduhan, pengguna aktif, dan waktu penggunaan aplikasi.

Hingga November 2025, ChatGPT mencatat pertumbuhan tahunan pengguna aktif 180 persen, sedangkan Gemini 170 persen. Namun dari Agustus hingga November 2025, pengguna aktif bulanan ChatGPT hanya naik 6 persen menjadi sekitar 810 juta, sementara Gemini meningkat 30 persen. Lonjakan Gemini didorong oleh peluncuran model pembuat gambar Nano Banana dan integrasi langsung ke sistem Android.

Dalam hal unduhan, ChatGPT tumbuh 85 persen secara tahunan, di bawah rata-rata aplikasi chatbot AI populer sebesar 110 persen. Perplexity dan Gemini menjadi aplikasi dengan pertumbuhan unduhan tertinggi, masing-masing 215 persen dan 190 persen. Rata-rata waktu penggunaan harian Gemini mencapai 11 menit, naik 120 persen sejak Maret 2025, sementara ChatGPT hanya meningkat 6 persen dan turun 10 persen dibanding Juli 2025.

Sensor Tower menilai meski Gemini menunjukkan kemajuan, sebagian besar kenaikan pengguna dipengaruhi keberhasilan fitur Nano Banana. Persaingan antara ChatGPT dan Gemini diperkirakan akan terus meningkat. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 7 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…