Bandung – Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa transformasi DPR tidak bisa dilakukan secara reaktif, melainkan membutuhkan konsistensi jangka panjang dengan perencanaan yang matang.
Dalam forum “Ngariung Bareng DPR: Refleksi Akhir Tahun”, Puan menjelaskan bahwa sejumlah pembenahan dilakukan secara bertahap, termasuk moratorium perjalanan luar negeri anggota DPR yang tetap diberlakukan ketat, kecuali untuk misi diplomasi pimpinan.
Ia menegaskan DPR terbuka terhadap kritik yang objektif dan berharap hubungan DPR dan media semakin konstruktif pada 2026. Evaluasi fasilitas, tunjangan, serta tata kelola internal disebut masih menjadi bagian agenda pembenahan.
Puan menilai komunikasi yang sehat antara DPR dan wartawan penting untuk menjaga kualitas informasi publik. Perbedaan pendapat, katanya, wajar selama tetap ada ruang dialog. Dikutip dari Antaranews.com







