Banda Aceh – Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak 18 November 2025. Hingga Kamis (4/12/2025) malam, sebanyak 326 orang meninggal dunia, sementara 167 lainnya masih dinyatakan hilang.
“Korban meninggal kembali bertambah hari ini berdasarkan laporan dari daerah. Sementara yang hilang terus berkurang,” ujar Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Aceh, Murthalamuddin.
Bencana ini berdampak di 18 kabupaten/kota, mencakup 227 kecamatan dan 3.433 gampong (desa). Total warga terdampak mencapai 1.680.886 jiwa (344.018 KK), dengan 813.017 jiwa (297.964 KK) mengungsi di 698 lokasi pengungsian. Selain itu, tercatat 1.435 jiwa luka ringan dan 523 luka berat.
Kerusakan fasilitas umum sangat luas, termasuk 176 perkantoran, 64 tempat ibadah, 246 sekolah, 6 pesantren, 442 jalan rusak, 224 jembatan terdampak, serta 240 RS/puskesmas. Kerugian harta benda meliputi 111.430 unit rumah, 182 ekor ternak, 64.837 hektare lahan persawahan, dan 13.118 hektare perkebunan.
Murthalamuddin menambahkan pemerintah bersama tim gabungan terus memaksimalkan pencarian korban hilang serta percepatan distribusi bantuan, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. “Fokus kami saat ini adalah evakuasi, pencarian korban hilang, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” ujarnya.
Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut agar seluruh warga terdampak menerima bantuan dengan cepat. Dikutip dari RRI.co.id





