Pemerintah Serap Rp25 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara

  • Ekonomi
  • December 3, 2025
  • 0 Comments

Pemerintah menyerap dana Rp25 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada 2 Desember 2025. Total penawaran yang masuk mencapai Rp69,64 triliun, menunjukkan minat investor yang tinggi.

Serapan terbesar berasal dari seri FR0106 sebesar Rp5,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata 6,45991 persen dan jatuh tempo 15 Agustus 2040. Seri FR0102 menyerap Rp4,15 triliun dengan yield 6,74988 persen (jatuh tempo 15 Juli 2054), sementara FR0107 sebesar Rp3,85 triliun dengan yield 6,54987 persen (jatuh tempo 15 Agustus 2045). Seri FR0105 mencatat penyerapan Rp3,25 triliun dengan yield 6,77971 persen (jatuh tempo 15 Juli 2064).

Selain itu, pemerintah menyerap Rp2 triliun dari tiga seri SPN01260103, SPN12261203, dan FR0108. SPN01260103 menerima penawaran Rp2,85 triliun dengan yield 4,55 persen (jatuh tempo 3 Januari 2026), SPN12261203 Rp4,85 triliun dengan yield 5 persen (jatuh tempo 3 Desember 2026), dan FR0108 Rp16,14 triliun dengan yield 6,23928 persen (jatuh tempo 15 April 2036).

Seri FR0109 menyerap Rp1,25 triliun dengan yield 5,71 persen (jatuh tempo 15 Maret 2031), sedangkan SPN12260305 Rp1 triliun dengan yield 4,7 persen (jatuh tempo 5 Maret 2026).

Lelang ini menunjukkan minat investor domestik dan internasional yang kuat terhadap surat utang pemerintah dan mendukung pembiayaan APBN 2025. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Infrastruktur Gas Jabar Diperkuat, Jadi Mesin Utama Penggerak Ekonomi Nasional

    JAKARTA – Penguatan infrastruktur gas bumi di Jawa Barat (Jabar) kini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha…

    IHSG Hari Ini Ditutup Menguat, Terkerek Sentimen Damai dari Pernyataan Trump

    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (1/4/2026) ditutup melonjak 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44. Penguatan signifikan ini dipicu oleh sentimen…