Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, mengantisipasi kemungkinan penurunan performa meski baru saja mendominasi musim bersama Ducati. Dalam acara Estrella Galicia yang dikutip dari Crash, Marquez menegaskan bahwa ia tidak ingin terobsesi dengan statistik karier dan menyadari bahwa penurunan performa bisa datang kapan saja.
Musim 2025 menjadi musim yang luar biasa bagi pembalap berusia 32 tahun ini. Ia mencatat 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint, yang mengantarnya meraih gelar juara dunia ketujuh di kelas utama. Gelar ini menjadi yang pertama sejak cedera lengan serius pada 2020 yang sempat membuatnya absen dari banyak balapan. Marquez mengamankan gelar dengan lima seri tersisa, meski absen pada empat seri terakhir akibat cedera yang ia alami di MotoGP Indonesia, dan tetap menutup musim dengan keunggulan 78 poin atas peringkat kedua.
Marquez menyebut awal musim sudah menunjukkan tanda positif, terutama ketika ia tampil kompetitif di sirkuit yang biasanya sulit baginya, seperti Qatar. Ia juga mengakui bahwa rekan setimnya, Pecco Bagnaia, awalnya dijagokan sebagai favorit juara, namun performanya di Qatar menjadi sinyal kuat bahwa musim akan berjalan baik.
Memasuki 2026, Marquez menegaskan fokus utamanya tetap mengejar gelar juara dunia, sambil menjalani rehabilitasi cedera. Ia menargetkan kondisi fisik 100 persen pada awal Maret. Ia juga menegaskan bahwa mengejar rekor 13 gelar milik Angel Nieto bukan prioritas utama; Marquez lebih memilih menjalani karier secara bertahap, fokus satu per satu.
Meski menyadari persaingan akan semakin ketat dengan munculnya pembalap muda, Marquez merasa pencapaian terbesarnya pada 2025 sudah tercapai, yakni kembali menjadi juara dunia setelah enam tahun. Ia menegaskan bahwa kemenangan dan konsistensi tetap menjadi fokus, sementara penurunan performa adalah bagian alami dari karier atlet. Dikutip dari Antaranews.com






