Jakarta – Sun Life Indonesia menyoroti rendahnya tingkat kepemilikan asuransi di kalangan keluarga Indonesia meski literasi semakin meningkat. Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menyebut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024 mencatat literasi asuransi mencapai 45 persen, namun inklusi hanya 12,2 persen.
“Pengetahuan masyarakat tentang asuransi semakin baik, tetapi jumlah keluarga yang memiliki produk perlindungan justru rendah dan cenderung menurun,” ujar Albertus dalam konferensi pers di Menara Sun Life, Jakarta.
Albertus menekankan kesenjangan besar antara kesadaran dan tindakan masyarakat. Survei Sun Life Asia Financial Resilience Index menunjukkan 37 persen keluarga Indonesia hanya mengandalkan satu sumber pendapatan, sehingga risiko finansial rumah tangga sangat rentan. Selain itu, 90 persen keluarga menginginkan solusi finansial yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami.
Sun Life Indonesia, yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun, berfokus pada perluasan akses perlindungan, terutama bagi masyarakat menengah dan pekerja harian. Perusahaan juga menyiapkan strategi edukasi dan produk yang lebih sesuai kebutuhan keluarga Indonesia untuk meningkatkan inklusi asuransi nasional.
Konferensi pers ini menjadi kesempatan bagi manajemen Sun Life untuk membahas ketahanan finansial rumah tangga dan pentingnya perluasan akses asuransi di tengah tekanan ekonomi yang masih tinggi. Dikutip dari Metrotvnews.com







