Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan pemulihan jaringan komunikasi darurat pasca bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan dengan menyebar alat jaringan satelit Starlink di tiga lokasi utama, yaitu Posko Pengungsi Desa Sihombu, Kantor Camat Pakkat, dan Posko Pengungsi Gereja HKBP Parbotihan, Onan Ganjang. Masyarakat di sekitar titik tersebut dapat mengakses internet gratis selama 24 jam.
Selain pemulihan jaringan, Dinas Perhubungan memasang lampu penerangan di sekitar posko untuk keamanan lalu lintas malam hari, sementara Satuan Tagana dari Dinas Sosial mengatur distribusi makanan bergizi tiga kali sehari dari dapur umum bagi pengungsi.
Hingga Minggu (30/11/2025) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat enam korban meninggal, dua orang masih dalam pencarian, sembilan orang luka-luka, dan sekitar 2.200 warga mengungsi di posko maupun rumah kerabat. BNPB juga menyediakan tenda keluarga berukuran 4×6 meter di pos induk Desa Panggugunan.
Kerusakan meliputi 51 rumah rusak berat, 22 rumah hanyut, 7 rusak sedang, 90 rusak ringan, dua rumah untuk relokasi, serta 768 hektare lahan pertanian terdampak. Infrastruktur umum seperti jembatan dan jalan juga mengalami kerusakan akibat longsor dan material banjir. Jalur Pulo Godang-Pakkat ke Barus mulai terbuka setelah dikerahkan alat berat, namun petugas tetap berjaga untuk mengatur lalu lintas.
BNPB menekankan prioritas penanganan darurat meliputi pemulihan akses, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi makanan, dan kajian wilayah rawan bencana untuk rencana relokasi. Upaya ini dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat, menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi bencana. Dikutip dari RRI.co.id





