Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menarik minat investasi dan kemitraan usaha kelautan dan perikanan senilai Rp1,6 triliun dalam Investment and Business Matching, bagian dari rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas).
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, mengatakan nilai investasi tersebut tercapai melalui pertemuan one-on-one dengan investor dalam dan luar negeri. KKP menawarkan 36 proyek senilai Rp3,02 triliun, termasuk pembangunan industri pengolahan ikan tuna, udang, pabrik garam industri, fasilitas pengolahan hasil perikanan dan pusat logistik rantai dingin, serta pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori.
“Alhamdulillah, terjaring minat investasi senilai Rp1,6 triliun, sekitar 50 persen dari potensi yang ditawarkan,” ujar Machmud.
KKP menyiapkan berbagai program unggulan untuk mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto, mendorong swasembada pangan dan kemandirian melalui ekonomi biru. Ekonomi biru menjadi pilar ekonomi berkelanjutan, baik untuk sumber daya perikanan maupun usaha terkait.
Machmud menambahkan, pemerintah akan mendampingi pelaku usaha yang berminat berinvestasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah tujuan investasi. Komitmen pemerintah ditunjukkan melalui kemudahan perizinan, insentif, keamanan, stabilitas politik, konektivitas, dan ketersediaan tenaga kerja terampil, termasuk melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Investment and Business Matching ini diikuti 1.746 peserta, baik luring maupun daring, termasuk investor dari Irak, Denmark, Kepulauan Solomon, Taiwan, dan Tiongkok. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan potensi besar bisnis di sektor kelautan dan perikanan bagi pengusaha yang berani berkarya. Dikutip dari Antaranews.com







