IHSG Berpeluang Menguat Lagi Hari Ini, Simak Sentimen Penggeraknya

  • Ekonomi
  • November 25, 2025
  • 0 Comments

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, setelah pada Senin kemarin mencapai level tertinggi sepanjang masa di 8.570. IHSG ditutup naik 1,85 persen, dengan net buy saham oleh investor asing sebesar Rp3,04 triliun, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain BRMS, BREN, BMRI, PTRO, dan FILM. Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.450–8.500, sedangkan level resistance di 8.600–8.650.

Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen global, termasuk penguatan bursa saham utama di Wall Street. S&P 500 naik 1,55 persen, Nasdaq Composite melonjak 2,69 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,44 persen. Penguatan ini dipimpin oleh saham Alphabet yang naik 6 persen, seiring optimisme pasar terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan peluncuran model AI terbaru, Gemini 3.

Di Asia Pasifik, hasil perdagangan Senin bervariasi. Kospi Korea Selatan turun 0,19 persen, Kosdaq melemah 0,87 persen, S&P/ASX 200 Australia naik 1,29 persen, Hang Seng Hong Kong meningkat 1,97 persen, Taiex Taiwan bertambah 0,26 persen, dan CSI 300 Tiongkok turun 0,12 persen. Sentimen investor juga dipengaruhi harapan pemangkasan suku bunga The Fed menjelang rapat terakhir tahun ini pada 9–10 Desember 2025. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Kurangi Beban Fiskal, Anggota DEN Beberkan Alasan Kenaikan Harga BBM Pertamax

    JAKARTA – Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia (DEN-RI), Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni…

    Kuasai Saham Mayoritas Superbank, Grab Siap Dorong Ekosistem Bank Digital

    JAKARTA – Raksasa teknologi Grab secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (IDX: SUPA) dengan total kepemilikan modal mencapai lebih dari…