Update Tarif Listrik PLN: Pelanggan 1.200–3.500 VA Kena Penyesuaian

  • Ekonomi
  • November 24, 2025
  • 0 Comments

Jakarta: Pemerintah menetapkan tarif listrik PLN untuk periode 24–30 November 2025. Besaran tarif tidak mengalami perubahan dibandingkan ketetapan sebelumnya pada Oktober 2025, sehingga seluruh golongan pelanggan tetap membayar tarif yang sama.

Penyesuaian tarif dilakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk periode Oktober–Desember 2025, 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya. Sementara 24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelanggan sosial, bisnis kecil, industri kecil, dan UMKM, juga tetap menikmati tarif tanpa kenaikan.

Penetapan tarif nonsubsidi mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro, yakni nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), tingkat inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik.

Rincian tarif listrik terbaru 24–30 November 2025:

  • Tarif subsidi rumah tangga: R-1/TR 450 VA Rp415 per kWh, R-1/TR 900 VA Rp605 per kWh
  • Tarif rumah tangga non-subsidi: R-1/TR 900 VA Rp1.352 per kWh, 1.300 VA Rp1.444,70 per kWh, 2.200 VA Rp1.444,70 per kWh, R-2/TR 3.500–5.500 VA Rp1.699,53 per kWh, R-3/TR dan TM >6.600 VA Rp1.699,53 per kWh
  • Tarif bisnis: B-2/TR 6.600 VA–200 kVA Rp1.444,70 per kWh, B-3/TM >200 kVA Rp1.114,74 per kWh
  • Tarif industri: I-3/TM >200 kVA Rp1.114,74 per kWh, I-4/TT >30.000 kVA Rp996,74 per kWh
  • Tarif pemerintah & penerangan jalan umum: P-1/TR 6.600 VA–200 kVA Rp1.699,53 per kWh, P-2/TM >200 kVA Rp1.522,88 per kWh, P-3/TR penerangan jalan Rp1.699,53 per kWh, L/TR, TM, TT berbagai tegangan Rp1.644,52 per kWh
  • Tarif pelayanan sosial: S-1/TR 450 VA Rp325 per kWh, 900 VA Rp455 per kWh, 1.300 VA Rp708 per kWh, 2.200 VA Rp760 per kWh, 3.500 VA–200 kVA Rp900 per kWh, S-2/TM >200 kVA Rp925 per kWh

Keputusan ini memastikan pelanggan PLN dapat merencanakan penggunaan listrik tanpa khawatir akan adanya kenaikan tarif sementara, baik untuk rumah tangga, bisnis, industri, maupun pelayanan sosial. Dikutip dari Metrotvnews.com

  • Related Posts

    Kurangi Beban Fiskal, Anggota DEN Beberkan Alasan Kenaikan Harga BBM Pertamax

    JAKARTA – Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia (DEN-RI), Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni…

    Kuasai Saham Mayoritas Superbank, Grab Siap Dorong Ekosistem Bank Digital

    JAKARTA – Raksasa teknologi Grab secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (IDX: SUPA) dengan total kepemilikan modal mencapai lebih dari…