Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan proses perizinan usaha perikanan kini jauh lebih cepat. Kebijakan percepatan ini diterapkan untuk mendukung masuknya investasi baru di sektor perikanan Indonesia.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, mengatakan perizinan menjadi fokus pembenahan saat ini. Ia menegaskan pelaku usaha tidak lagi menghadapi proses panjang seperti sebelumnya.
“KKP ini tentu dalam masalah perizinan itu akan dipermudah sekali posisinya saat ini,” kata Machmud usai hadir dalam Investment and Business Matching: Accelerate National Economic Growth Through Downstreaming of Fisheries di Ballroom KKP, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Machmud menjelaskan pelaku usaha berskala kecil kini mendapat kemudahan melalui mekanisme self declare, yang memungkinkan persyaratan standar terpenuhi secara lebih cepat. Ia menambahkan, izin perusahaan dapat terbit dalam waktu kurang dari tiga hari setelah dokumen lengkap.
“Sudah selesai keluar itu untuk nomor izin perusahaan,” ujarnya. Seluruh proses perizinan kini mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Segulasi kita untuk mengacu yang regulasi yang sudah dikeluarkan,” tambah Machmud.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal KKP, Komisaris Jenderal Polisi Rudy Heriyanto Adi Nugroho, mewakili Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sambutan resmi. Ia mengundang investor dan perwakilan negara sahabat untuk menanamkan modal di sektor perikanan Indonesia.
“Pada kesempatan ini, kami mengundang perwakilan duta besar, mitra dagang negara sahabat dan para investor untuk dapat berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” kata Rudy.
Rudy menambahkan bahwa forum ini diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan bisnis dan realisasi investasi yang konkret. Pemerintah memberikan kemudahan perizinan, insentif, keamanan, dan stabilitas politik bagi para investor.
“Melalui kegiatan ini, KKP ingin mendorong tercapainya kesepakatan bisnis dan realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan di Indonesia,” ujar Rudy.
Rangkaian acara ini memanfaatkan peringatan Hari Ikan Nasional ke-12 untuk menarik investasi sektor perikanan. Perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong hilirisasi industri.
Investment and Business Matching menjadi agenda utama, menyediakan ruang temu antara investor dan pelaku usaha perikanan. Puncak perayaan akan berlangsung pada 23 November saat Car Free Day, agar masyarakat dapat melihat langsung potensi industri perikanan nasional. Dikutip dari RRI.co.id





