Palembang, Sumatera Selatan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan dua faktor krusial untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, yaitu pemanfaatan Bonus Demografi dan pembangunan desa yang merata. Pernyataan ini disampaikan dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya, Senin (3/11/2025).
Dalam sambutannya, Tito menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) produktif menjadi kunci agar potensi besar Indonesia tidak sia-sia. “Sumber daya manusia produktif itu kunci,” ujar Tito, mengingatkan pengalaman Singapura yang berhasil menjadi negara maju meski minim sumber daya alam, karena fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia.
Optimalkan Bonus Demografi dengan SDM Berkualitas
Indonesia memiliki empat modal besar: Bonus Demografi, wilayah luas, sumber daya alam melimpah, dan posisi strategis. Namun, menurut Mendagri, semua potensi ini hanya akan maksimal jika didukung SDM unggul dan terampil.
Prediksi World Bank dan McKinsey menyebutkan Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor empat pada 2040 dan keluar dari middle income trap pada 2045. Kesuksesan ini sangat bergantung pada kemampuan negara memanfaatkan Bonus Demografi secara efektif, termasuk menyiapkan angkatan kerja yang kompeten dan berdaya saing global.
Pembangunan Desa: Fondasi Pemerataan Ekonomi
Selain SDM, pembangunan desa menjadi faktor penting untuk pemerataan ekonomi. Desa yang maju dapat menekan urbanisasi masif dan memastikan manfaat Bonus Demografi dirasakan merata. “Kalau ingin menjadi negara dominan, pembangunan desa tidak boleh luput,” tegas Tito.
Data 2020 menunjukkan 54,64 persen warga Indonesia tinggal di perkotaan, sebagian besar di Pulau Jawa. Ketimpangan desa-kota menjadi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan desa bertujuan agar masyarakat bisa sejahtera tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Dukungan Perguruan Tinggi dan Kebijakan Pemerintah
Mendagri juga menekankan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan. Perguruan tinggi diharapkan mencetak SDM unggul serta memberikan masukan berbasis riset ilmiah untuk memperkuat visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendukung pembangunan berbasis kerakyatan, termasuk program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Tito menutup orasinya dengan menegaskan bahwa pembangunan desa dan penguatan SDM produktif harus berjalan beriringan agar Indonesia dapat memanfaatkan Bonus Demografi secara optimal dan mencapai kesejahteraan nasional yang merata. Dikutip dari merdeka.com






