YouTube Umumkan Pembatasan Ketat untuk Game Bertema Kekerasan dan Judi

  • Ragam
  • November 2, 2025
  • 0 Comments

Platform video YouTube, memperketat kebijakan terhadap konten game kekerasan dan perjudian daring. Langkah ini mulai diberlakukan secara global pada 17 November 2025 mendatang.

‎YouTube akan membatasi video yang menampilkan adegan kekerasan terhadap karakter manusia secara realistis. Konten semacam itu akan diberi batasan usia dan tidak bisa diakses penonton di bawah 18 tahun.

‎Selain itu, YouTube juga akan memperketat aturan mengenai promosi situs judi digital. Video yang mengarahkan penonton ke situs atau aplikasi judi tidak bersertifikat Google akan dilarang keras.

‎Juru bicara YouTube menjelaskan, akan menilai durasi dan tingkat kekerasan dalam setiap video. Ia menambahkan, pembuat konten dapat menghindari pembatasan usia dengan melakukan blur pada adegan kekerasan.

‎Kebijakan baru itu juga mencakup larangan pada video perjudian menggunakan item digital bernilai ekonomi, seperti NFT atau skins. YouTube menegaskan, video yang melanggar akan dibatasi aksesnya tanpa pemberian sanksi bagi unggahan lama.

‎Upaya ini merupakan bagian dari komitmen YouTube menjaga keamanan pengguna dan etika dalam ekosistem digital. YouTube mendorong kreator untuk melakukan penyuntingan sebelum 17 November agar konten sesuai kebijakan terbaru.

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 7 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…