ASTTA Dorong Kemandirian Industri Drone Nasional Lewat Riset dan Inovasi

  • Ragam
  • October 31, 2025
  • 0 Comments

Bekasi:  Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) berkomitmen memperkuat keberlanjutan riset dan kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini ditegaskan dalam Musyawarah Anggota 2025 yang juga menandai pergantian kepemimpinan.

Ketua Umum ASTTA yang baru, Indra Permana Sophian, menyatakan akan membawa asosiasi ke tahap konsolidasi berikutnya. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan ketua umum sebelumnya, Dian Rusdiana Hakim, untuk periode 2022–2025.

“Fokus utama saya adalah memastikan keberlanjutan riset, kolaborasi lintas sektor, dan kemandirian rantai pasok dalam negeri agar industri drone Indonesia benar-benar siap bersaing di tingkat global,” kata Indra dalam Musyawarah Anggota 2025, Kamis, 30 Oktober 2025.

Ketua Umum ASTTA periode sebelumnya, Dian Rusdiana Hakim, melaporkan sebanyak 22 badan usaha telah menjadi anggota. Peningkatan keanggotaan ini menandakan tumbuhnya kepercayaan industri terhadap ASTTA.

“Kepercayaan ini menjadi bukti bahwa ekosistem drone nasional mulai matang. ASTTA berperan bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga rumah bersama untuk membangun standar industri dan tata kelola yang transparan,” ujar Dian.

Dian menambahkan, tantangan industri sistem tanpa awak tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga struktural. “Kita harus memperkuat integrasi ruang udara rendah, memastikan standar keselamatan yang ketat, meningkatkan TKDN secara realistis, dan menyiapkan talenta unggul yang siap bersaing,” jelasnya.

Pendiri dan Wakil Ketua ASTTA, Asha Wadya Saelan, menekankan kepemimpinan baru menjadi momentum strategis untuk mempercepat sinergi antara kebijakan dan industri.

“Yang paling berdampak bukan sekadar ketersediaan teknologi, tapi kejelasan arah kebijakan. Pemerintah perlu memastikan regulasi ruang udara, sertifikasi, dan TKDN dijalankan secara adaptif agar pelaku lokal dapat tumbuh tanpa kehilangan daya saing,” ujar Asha.

Asha berharap kepemimpinan baru dapat menjadi katalis dalam membangun rantai pasok domestik. “Kita harus membangun kemandirian industri melalui kolaborasi, bukan kompetisi yang memecah. ASTTA hadir untuk memastikan arah itu berjalan konsisten,” kata Asha.

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 6 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…