JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengecam keras aksi pencegatan dan penahanan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza. Di dalam rombongan tersebut, terdapat tiga jurnalis asal Indonesia, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Menkomdigi menegaskan bahwa keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya para insan pers yang sedang bertugas di wilayah konflik, harus menjadi prioritas utama.
Meutya menyatakan keprihatinan mendalam karena para jurnalis tersebut tengah menjalankan tugas mulia untuk menyuarakan aspek kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada dunia. Menurutnya, kerja jurnalistik di tengah situasi krisis seperti di Gaza wajib dihormati dan diberikan ruang yang aman. Sebagai mantan jurnalis, ia menekankan bahwa perlindungan terhadap awak media yang bertugas di lapangan tidak boleh dikompromikan oleh pihak mana pun.
Guna memastikan keselamatan para jurnalis dan rombongan WNI, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). “Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan di lapangan, serta mendukung penuh segala langkah diplomatik demi memberikan perlindungan maksimal bagi warga negara kita,” ujar Meutya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Dikutip dari RRI.co.id







