Kompetisi Budaya GO! Diluncurkan, Kemenbud Tantang Kreativitas Anak Muda

  • Ragam
  • October 24, 2025
  • 0 Comments

Jakarta: Kompetisi Budaya GO! resmi diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) di Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Kamis (23/10/2025).

Kompetisi Budaya GO! terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu mahasiswa dan profesional. Kedua kategori ini bertujuan memperkuat kolaborasi budaya dan teknologi digital di kalangan generasi muda.

Direktur Pengembangan Budaya Digital Andi Syamsu Rijal mengatakan kompetisi ini dirancang menjangkau partisipasi seluas-luasnya. Sasaran utama adalah mahasiswa, kreator, pengembang aplikasi, serta pelaku budaya di berbagai daerah.

“Kita ingin menjangkau seluas mungkin para mahasiswa, kreator, pengembangan aplikasi, dan pelaku budaya. Adapun komunitas teknologi, dan profesional kreatif,” kata Andi saat peluncuran Budaya GO!, Kamis (23/10/2025).

Andi menjelaskan pembentukan platform Budaya GO! berawal dari kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Namun, kekayaan tersebut menghadapi tantangan besar karena terbatasnya distribusi dan akses pasar yang masih konvensional.

Ia menyebut data budaya Indonesia masih tersebar di berbagai daerah tanpa sistem distribusi digital terpadu. Karena itu, dibutuhkan ruang kolaborasi nasional yang mampu menghubungkan pelaku budaya dengan ekosistem teknologi.

“Kita ingin memastikan bahwa proses kompetisi ini menjadi proses belajar bersama, dan membangun jejaring, serta melahirkan solusi yang berakar pada kekayaan budaya dalam ruang teknologi digital,” ucapnya.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menilai Budaya GO! sangat penting bagi generasi muda. Ia menyebut kompetisi ini merupakan bentuk inovasi yang memadukan warisan budaya dengan teknologi modern.

“Pentingnya membuat kompetisi dengan adanya keterlibatan tentang inklusivitas. Bagaimana Indonesia dibangun dengan kolaborasi dengan berbagai ahli,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan jumlah peserta kompetisi masih dalam proses pendataan panitia penyelenggara. Namun, prioritas utama program ini adalah meningkatkan kapasitas peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain meningkatkan kapasitas peserta, program ini juga mendorong kemampuan daerah memahami warisan budayanya. Ia berharap Budaya GO! tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga wadah membangun semangat kebangsaan.

Budaya GO! menghadirkan sinergi antara ekosistem budaya dan teknologi digital melalui kerja sama lintas sektor. Program ini melibatkan tim kerja, para mentor, serta dewan juri profesional dari berbagai bidang.

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 7 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…