JAKARTA – Fenomena menjamurnya ikan sapu-sapu di sungai-sungai perkotaan kini tengah menjadi sorotan tajam di media sosial hingga memicu aksi pembasmian massal. Ikan dari keluarga Pterygoplichthys ini dikategorikan sebagai spesies invasif yang berbahaya karena mampu mendominasi perairan dan merusak ekosistem lokal. Meski selama ini dikenal sebagai “ikan pembersih” akuarium, keberadaannya di alam liar justru menjadi ancaman serius bagi kelestarian ikan asli Indonesia.
Dibalik reputasinya sebagai hama yang meresahkan, berikut adalah 5 fakta ikan sapu-sapu yang jarang diketahui masyarakat:
Berasal dari Amerika Selatan: Ikan ini adalah spesies asli Sungai Amazon. Kehadirannya di Indonesia bermula dari aktivitas perdagangan ikan hias yang lepas atau sengaja dibuang ke perairan umum.
Dijuluki Ikan Pembersih: Dikenal sebagai cleaner fish karena mulut penghisapnya yang efisien memakan alga, lumut, hingga sisa organik di dasar air yang kotor.
Memiliki Tubuh Berlapis Perisai: Berbeda dengan ikan biasa, kulitnya dilapisi struktur tulang keras yang berfungsi sebagai pelindung. Hal ini membuatnya sulit dimangsa oleh predator alami seperti burung atau ikan besar lainnya.
Tahan Hidup di Lingkungan Ekstrem: Ikan sapu-sapu sanggup bertahan di perairan dengan kadar polusi tinggi dan minim oksigen. Mereka bahkan memiliki kemampuan unik mengambil oksigen langsung dari udara.
Ancaman Invasif yang Agresif: Sebagai spesies invasif, mereka berkembang biak dengan sangat cepat dan kerap memakan telur ikan lokal, yang berujung pada rusaknya rantai makanan di ekosistem sungai.
Dengan populasi yang meledak tanpa kontrol, aksi pembasmian yang viral belakangan ini dipandang sebagai langkah darurat untuk memulihkan keseimbangan biodiversitas perairan kita. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang ikan hias ke sungai menjadi kunci utama mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di masa depan. Dikutip dari Okezone.com







