Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi koperasi maupun pihak swasta untuk menyediakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Salah satu lokasi prioritas pengembangan infrastruktur ini adalah Desa Bumiharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Inisiatif ini bertujuan untuk melengkapi fasilitas penunjang perikanan yang sudah ada sekaligus menekan biaya operasional nelayan agar lebih efisien.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa keberadaan SPBUN merupakan komponen vital dalam ekosistem perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih. Selama ini, nelayan di wilayah tersebut harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan bahan bakar. Dengan adanya SPBUN yang berdekatan dengan pusat aktivitas, nelayan diharapkan dapat menghemat waktu melaut dan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Selain SPBUN, KNMP Bumiharjo telah dilengkapi dengan pabrik es slurry, cold storage, shelter pendaratan ikan, hingga bengkel nelayan.
Desa Bumiharjo sendiri memiliki potensi besar dengan sekitar 250 nelayan aktif yang mengoperasikan kapal tradisional berukuran 5-10 GT. Hasil tangkapan utama mereka mencakup komoditas bernilai tinggi seperti ikan layur dan tongkol. KKP berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan teknologi es slurry guna menjaga kesegaran ikan serta melengkapi bengkel nelayan dengan mesin penarik kapal otomatis. Sinergi antara pemerintah dan mitra swasta diharapkan mampu mempercepat realisasi infrastruktur ini demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Jepara. Dikutip dari Antaranews.com






