DJP: Pelaporan SPT Tahunan 2026 Diprediksi Capai Target 8,5 Juta

Jakarta – Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menyatakan optimismenya bahwa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) untuk tahun pajak 2025 akan mencapai angka 8,5 juta hingga batas akhir 31 Maret 2026. Berdasarkan data terbaru hingga 5 Maret 2026, jumlah wajib pajak yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya sudah menyentuh angka 6 juta SPT. Dengan tren pelaporan harian yang stabil di angka 250 ribu hingga puncaknya 370 ribu SPT per hari, target penambahan 2,5 juta laporan dalam sisa waktu 10 hari kerja dinilai sangat realistis.

Dalam taklimat media di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Kamis (5/3/2026), Bimo menjelaskan bahwa instansinya tidak hanya menunggu laporan sukarela, tetapi juga melakukan aksi jemput bola. DJP secara aktif menyiagakan kantor layanan, bahkan tetap beroperasi pada akhir pekan untuk memfasilitasi wajib pajak. Selain itu, perluasan kanal layanan digital menjadi strategi utama untuk mendistribusikan beban sistem agar proses pelaporan tetap lancar meskipun volume trafik meningkat menjelang tenggat waktu.

Inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah penggunaan Coretax Form yang sudah dapat diakses sejak akhir Februari lalu, khusus bagi wajib pajak orang pribadi dengan status nihil. Tidak hanya itu, dalam dua pekan ke depan, DJP berencana merilis aplikasi Coretax Mobile (M-Pajak) yang memungkinkan pengisian laporan secara luring (offline) sebelum diunggah ke sistem daring (online). Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat memudahkan aktivasi akun dan registrasi sertifikat elektronik secara praktis melalui ponsel, sekaligus memuluskan beban sistem dari hari ke hari demi kenyamanan seluruh wajib pajak. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Kurangi Beban Fiskal, Anggota DEN Beberkan Alasan Kenaikan Harga BBM Pertamax

    JAKARTA – Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia (DEN-RI), Satya Widya Yudha, menegaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni…

    Kuasai Saham Mayoritas Superbank, Grab Siap Dorong Ekosistem Bank Digital

    JAKARTA – Raksasa teknologi Grab secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (IDX: SUPA) dengan total kepemilikan modal mencapai lebih dari…