Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal tata kelola operasional Sekolah Terintegrasi agar berjalan efektif dan akuntabel. Program ini bertujuan menciptakan sinergi yang jelas antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar setiap instansi memahami peran masing-masing dalam membangun ekosistem pendidikan terpadu. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia.
Dalam rapat tingkat menteri, ditekankan pentingnya penyamaan persepsi antarinstansi untuk memastikan realisasi penugasan presiden berjalan secara terkoordinasi. Fokus utama program ini adalah menyediakan akses pendidikan inklusif mulai dari jenjang SD hingga SMA di seluruh pelosok wilayah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengingatkan bahwa pelaksanaan sekolah ini harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan agar implementasinya tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sekolah Terintegrasi dirancang bukan sekadar untuk penguatan akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kompetensi global guna menghasilkan lulusan yang unggul. Terdapat delapan karakter utama yang menjadi sasaran pembelajaran, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, hingga kesadaran kesehatan fisik dan mental. Dengan tata kelola yang kuat dan terorganisir, pemerintah optimis model pendidikan ini dapat menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan yang memiliki kemandirian dan daya saing tinggi. Dikutip dari Antaranews.com







