Aktor Tora Sudiro menceritakan pengalamannya membintangi film Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel yang menuntutnya melakukan banyak adegan laga intens hingga gerakan akrobatik. Dalam film ini, Tora memilih untuk tidak menggunakan jasa pemeran pengganti atau stuntman meskipun aksi yang dilakukan memiliki risiko cedera. Sambil bercanda, ia menyebutkan bahwa postur tubuhnya yang tinggi dan besar menjadi alasan sulitnya mencari pemeran pengganti yang serupa dengannya.
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan di lokasi syuting, suami Mieke Amalia ini menjalani persiapan serius berupa latihan fisik selama dua bulan penuh. Meski sempat mengalami cedera ringan di beberapa bagian tubuh, ia memastikan secara keseluruhan proses pengambilan gambar berjalan aman. Tora juga merasa sangat terbantu oleh lawan mainnya, Marthino Lio, yang dinilai sudah ahli dalam koreografi laga. Ia mengibaratkan kerja sama mereka seperti pasangan menari, di mana Lio menjadi pemimpin yang menuntun gerakannya agar terlihat lebih luwes.
Proses syuting adegan perkelahian tersebut dilakukan di kawasan Tajur, Bogor, Jawa Barat, dan memakan waktu pengambilan gambar selama satu hingga dua hari. Secara keseluruhan, produksi film ini berlangsung selama satu bulan dengan fokus utama pada pembangunan chemistry antar pemain. Di usianya yang menginjak 52 tahun, Tora mengaku tetap menikmati seluruh proses produksi dan merasa bersyukur bisa menyelesaikan adegan-adegan menantang tersebut dengan lancar. Dikutip dari Okezone.com







