Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Ini Arti dan Pesan Pentingnya

Jakarta – Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah menjadi trending di Google menjelang akhir semester ganjil 2025/2026. Gerakan ini mengajak ayah untuk hadir saat pengambilan rapor anak, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah.

Gerakan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025. Pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal rapor di masing-masing sekolah, dan ayah yang mengikuti diberikan dispensasi keterlambatan ke kantor.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan gerakan ini menanggapi isu fatherless, yaitu minimnya keterlibatan emosional ayah dalam kehidupan anak. Berdasarkan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, sekitar 25,8 persen keluarga memiliki anak dengan kondisi fatherless. Faktor utama adalah masalah ekonomi dan disfungsi hubungan keluarga.

Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan kehadiran dan dukungan ayah terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak, serta mengurangi dampak negatif seperti masalah akademik, perilaku agresif, dan keterlibatan anak dalam perilaku berisiko. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Dukcapil DKI Sebut 35 Persen Pendatang Baru ke Jakarta Fokus Cari Kerja

    Jakarta – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat tren urbanisasi ke Ibu Kota masih didominasi oleh pencari kerja. Berdasarkan data terbaru, sekitar 34,97 persen pendatang baru masuk…

    Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

    Jakarta – Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah terus didorong oleh pemerintah. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan,…