Jakarta – Kemendukbangga/BKKBN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan stunting di Indonesia. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi motor penggerak dukungan masyarakat.
Program Genting memiliki empat intervensi, yaitu dukungan gizi, penyediaan air bersih, edukasi pola asuh, dan bantuan sanitasi dasar. Masyarakat dan korporasi dapat berpartisipasi sesuai kemampuan, termasuk menyalurkan bantuan gizi dan edukasi di daerah terpencil.
Beberapa rumah tangga masih memiliki kondisi sanitasi buruk, seperti MCK yang menyatu dengan tempat tidur atau dapur, yang berisiko memicu stunting. Edukasi keluarga juga penting, karena rendahnya pengetahuan dapat menyebabkan stunting meski ekonomi keluarga mencukupi.
Pendekatan kolaboratif melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Program Genting telah dijalankan di seluruh provinsi dan 512 kabupaten/kota, dengan dukungan berupa bantuan pangan, pendampingan, edukasi, dan penguatan pola asuh. Kemendukbangga berharap kolaborasi ini mempercepat pencegahan stunting dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dikutip dari RRI.co.id






