Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa (9/12/2025), naik 9 poin menjadi Rp16.686 per dolar AS. Namun, rupiah diperkirakan masih berisiko melemah ke sekitar Rp16.700 per dolar AS.
Analis Pasar Uang Fikri C. Permana menyebut pasar menunggu keputusan suku bunga bank sentral AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan ini tetap kuat, didukung data inflasi dan job opening di AS yang stabil.
Di dalam negeri, kekhawatiran muncul dari penjualan ritel yang masih lemah dan hasil lelang Surat Utang Negara yang rendah. Tim Mirae Asset Sekuritas menambahkan rupiah telah terdepresiasi 0,2 persen sejak awal Desember. Pergerakan ini mencerminkan kewaspadaan investor menjelang pertemuan FOMC, sementara Bank Indonesia diperkirakan akan melanjutkan pelonggaran pada 2026 dengan fokus pada stabilitas rupiah. Dikutip dari RRI.co.id






