Jakarta – Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan perangkat daerah terus bekerja memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Gayo Lues terpenuhi.
“Prioritas utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, dan layanan kesehatan,” kata Dirjen Bina Adwil Safrizal Zakaria Ali, Selasa (2/12/2025).
Safrizal meninjau lokasi pengungsian bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi. Ia memastikan para pengungsi telah mendapat tempat penampungan sementara, layanan dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak. Pemerintah pusat dan daerah terus memantau situasi untuk menentukan langkah pemulihan berikutnya.
Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan kondisi terkini pengungsi dan ketersediaan logistik. Hingga saat ini, tercatat 3 orang meninggal dunia, 1 masih dalam pencarian, dan 14.850 pengungsi atau 3.800 kepala keluarga tersebar di seluruh wilayah. Warga terdampak lebih dari 100 ribu, dengan 2.286 rumah terdampak dan sekitar 1.500 unit rumah hanyut.
Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah helikopter untuk menyalurkan bantuan ke lokasi yang jalur daratnya terputus. “Kami berharap bisa menempatkan 1 helikopter di Gayo Lues untuk menyalurkan logistik ke lokasi yang sulit dijangkau, sekaligus memantau keberadaan warga yang masih terjebak,” ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memberikan bantuan tambahan termasuk logistik dan obat-obatan untuk mendukung 14.000 pengungsi serta masyarakat terdampak lainnya. Dikutip dari RRI.co.id





