Tekan Inflasi, Indef Minta Pemerintah Petakan Sumber Kenaikan Harga Pangan

  • Ekonomi
  • October 5, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai bahwa pengendalian inflasi pangan di Indonesia harus disesuaikan dengan sumber tekanan harganya, baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Menurutnya, instrumen moneter lebih efektif untuk meredam inflasi yang dipicu peningkatan permintaan, sementara gangguan pasokan atau kenaikan biaya membutuhkan langkah nyata guna memastikan ketersediaan bahan pangan di pasar. Catatan Bank Indonesia menunjukkan kelompok volatile food mengalami kenaikan inflasi tahunan menjadi 5,03 persen pada September 2026, yang dipicu oleh lonjakan harga komoditas seperti cabai, daging ayam, beras, dan telur.

Esther menjelaskan bahwa meskipun kerangka Inflation Targeting Framework (ITF) membantu bank sentral menjaga stabilitas harga dan membentuk ekspektasi pasar, efektivitas kebijakan moneter memiliki jeda waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu, dalam konteks pangan, pengendalian tidak harus dibedakan secara spesifik per komoditas, melainkan berfokus utama pada kelancaran suplai agar dapat mencukupi seluruh permintaan pasar.

Sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus melindungi kesejahteraan petani, Indef mengusulkan agar pemerintah menerapkan kebijakan harga batas atas (ceiling price). Langkah ini perlu dibarengi dengan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui TPIP serta TPID, termasuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi pangan menjelang akhir tahun. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…