Jakarta – Indonesia terus memperkuat peran kepemimpinannya dalam pengelolaan hutan lestari di kawasan ASEAN. Komitmen tersebut disampaikan dalam The 21st ASEAN Working Group on Forest Management (21st AWG-FM) yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja, dengan Indonesia memaparkan berbagai capaian dan inovasi dalam tata kelola kehutanan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia menjelaskan sejumlah program unggulan, mulai dari pembaruan data statistik kehutanan nasional, penguatan sistem pemantauan hutan berbasis teknologi, pengembangan Nature-based Solutions, hingga penerapan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+). Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk kehutanan Indonesia sekaligus menjaga kelestarian hutan tropis.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah terus mendorong transformasi tata kelola kehutanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Indonesia juga memperkenalkan program Perhutanan Sosial yang telah memberikan akses kelola kepada masyarakat seluas sekitar 8,4 juta hektare, serta memperkuat perdagangan karbon melalui regulasi nilai ekonomi karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari upaya pembangunan hijau berkelanjutan. Dikutip dari RRI.co.id







