PENAJAM PASER UTARA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), mencatatkan performa gemilang sepanjang triwulan I 2026 dengan memproduksi minyak bumi sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd) atau 120 persen dari target tahunan. Keberhasilan ini juga diikuti oleh produksi gas bumi yang mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 105 persen dari target. Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa pencapaian melampaui target pada Regional-3 Kalimantan ini merupakan hasil dari investasi agresif dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, serta komitmen kuat perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional di bawah pengawasan SKK Migas.
Kunci utama melonjaknya produksi migas ini terletak pada penerapan inovasi teknologi mutakhir untuk menahan laju penurunan produksi alami (natural decline) pada lapangan-lapangan yang sudah matang (mature fields). Beberapa terobosan strategis yang sukses diterapkan antara lain metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Mutiara, dan Pamaguan untuk menjaga kelancaran aliran minyak berkandungan lilin tinggi, serta teknologi Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL) di Lapangan Louise. Selain itu, akselerasi produksi minyak juga disumbang oleh sumur sisipan (infill) baru di lepas pantai Kaltim oleh PHKT, program Handil Rejuvenation oleh PHM yang mendongkrak produksi hingga 5 persen, serta suksesnya onstream platform kedua dan ketiga Proyek Sisi Nubi AOI pada awal tahun 2026.
Tidak hanya fokus pada optimalisasi operasional melalui pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur, PHI juga berhasil menjaga standar keselamatan kerja yang sangat tinggi. Hingga triwulan pertama tahun ini, perusahaan mencatatkan kinerja tanpa korban jiwa (zero fatality) dan nihil kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan jam kerja (zero Lost Time Incident / LTI) dengan total mencapai 57,36 juta jam kerja selamat. Sinergi lintas fungsi dan penerapan teknologi yang efisien ini membuktikan bahwa Pertamina Hulu Indonesia mampu menjaga kelangsungan bisnis hulu migas yang aman, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi negara. Dikutip dari Antaranews.com







