JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di wilayah Jakarta Barat menyusul dimulainya pengerjaan erection girder pada proyek pembangunan Flyover Latumenten. Pekerjaan konstruksi ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai Mei hingga Juni 2026, dengan fokus waktu pengerjaan pada malam hingga dini hari, tepatnya pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Langkah ini diambil untuk meminimalkan gangguan mobilitas warga di area Jalan Prof. Dr. Latumenten dan Jalan Dr. Makaliwe Raya yang merupakan jalur padat kendaraan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa pengalihan arus akan disesuaikan dengan tahapan proyek, baik di sisi barat maupun sisi timur. Untuk kendaraan besar dari arah selatan atau barat menuju utara, arus akan dialihkan melalui Jalan Daan Mogot dan Jalan P. Tubagus Angke. Sementara itu, kendaraan kecil diarahkan melalui rute alternatif seperti Jalan Hadiah atau Jalan Dr. Muwardi. Sebaliknya, bagi kendaraan dari arah utara menuju selatan di sisi timur, pengalihan dilakukan melalui rute putar balik sebelum Season City menuju Jalan Semeru.
Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa konstruksi, Dishub DKI mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada dan menyesuaikan jadwal perjalanan mereka. Para pengendara diminta mematuhi rambu-rambu petunjuk serta arahan petugas yang berjaga di lapangan guna menghindari titik kemacetan di sekitar lokasi pembangunan Flyover Latumenten. Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan proyek strategis infrastruktur tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengesampingkan faktor keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Jakarta Barat. Dikutip dari Antaranews.com





