JAKARTA – Proses pendinginan pasca-kebakaran hebat di Pergudangan Miami, Kalideres, Jakarta Barat, masih berlangsung hingga Selasa siang dengan diwarnai suara letupan kecil. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengungkapkan bahwa letupan tersebut diduga kuat berasal dari tabung freon dan kaleng gas yang tersimpan di dalam gudang. Meskipun skala ledakan tidak sebesar saat api pertama kali berkobar, kondisi ini tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari petugas di lapangan agar situasi benar-benar terkendali.
Hambatan utama dalam proses pendinginan ini adalah tumpukan material barang setinggi dua meter yang masih menyimpan bara api di lapisan bawah. Petugas Damkar Jakarta Barat harus bekerja ekstra mengurai tumpukan tersebut sambil terus menyiramkan air guna memastikan tidak ada api yang kembali berkobar. Panas yang terjebak di bawah puing bangunan membuat durasi pendinginan sulit diprediksi, mengingat risiko api bisa muncul kembali jika area tersebut tidak dibanjiri air secara menyeluruh hingga ke bagian dasar.
Selain ancaman fisik dari api dan letupan, petugas juga menghadapi kepulan asap beracun yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya. Penggunaan alat bantu pernapasan (Breathing Apparatus) menjadi wajib karena aroma asap yang sangat menyengat dan menusuk. Bahkan, satu personel pemadam kebakaran dilaporkan sempat dilarikan ke RSUD akibat mengalami sesak napas setelah menghirup gas berlebih. Meski penuh risiko, puluhan personel tetap disiagakan di lokasi untuk memastikan area Pergudangan Miami benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan. Dikutip dari Antaranews.com





