Hasto Minta Penentuan Ambang Batas Parlemen Tak Terburu-buru, Butuh Kajian

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa penentuan angka ideal ambang batas parlemen atau parliamentary threshold harus didasarkan pada mekanisme dialog antarpartai politik serta kajian ilmiah yang mendalam. Menurut Hasto, proses ini sangat penting untuk melibatkan semua pihak, termasuk partai nonparlemen, guna memastikan setiap aspirasi politik mendapatkan ruang eksistensi yang adil dalam sistem demokrasi Indonesia pascareformasi.

Hasto menjelaskan bahwa penetapan ambang batas ini merupakan instrumen demokrasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan presidensial. Meski pada awal reformasi jumlah partai politik sangat banyak, seiring waktu diperlukan konsolidasi agar regenerasi kepemimpinan di DPR berjalan lebih solid. Ia menekankan bahwa besaran angka ambang batas parlemen tersebut nantinya harus ditentukan oleh pilihan rakyat melalui hasil pemilu, bukan dipaksakan oleh kekuasaan semata.

Saat ini, PDIP terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai kekuatan politik untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu terkait besaran angka tersebut. Hasto berharap melalui proses politik yang komprehensif dan dialogis, akan tercapai kesepakatan bersama yang mampu menyeimbangkan antara hak eksistensi partai politik dengan kebutuhan akan stabilitas pemerintahan. Hasil kajian ini diharapkan menjadi solusi bagi penyederhanaan partai politik di parlemen secara bertahap dan alami. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Perkuat Industri Pertahanan, Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Strategis

    Jakarta – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi menjalin kesepakatan strategis dengan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, untuk memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan dan pengembangan Sumber Daya Manusia…

    Reshuffle Kabinet April 2026, Langkah Berani Prabowo Amankan Stabilitas Politik

    Jakarta – Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada Senin (27/4) merupakan upaya nyata konsolidasi kekuatan. Dalam diskusi…