Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon melaporkan tren positif pada perekonomian wilayah Ciayumajakuning yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,09 persen (yoy) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 4,34 persen. Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengungkapkan bahwa wilayah yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan ini menyumbang 10,24 persen terhadap ekonomi Jawa Barat. Kabupaten Indramayu menjadi kontributor terbesar dengan porsi 3,73 persen, disusul Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Kota Cirebon, yang didorong oleh sektor industri pengolahan, pertanian, serta perdagangan.
Sektor investasi di Ciayumajakuning juga menunjukkan performa solid dengan pertumbuhan mencapai 5,27 persen (yoy). Optimisme ini semakin diperkuat oleh indikator konsumsi masyarakat yang meningkat tajam, terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Maret 2026 yang mencapai angka 145,8. Bank Indonesia mencatat bahwa perbaikan permintaan domestik menjadi mesin utama penggerak usaha di awal tahun 2026. Meskipun angka kemiskinan masih berada pada level 9,02 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,10 persen, stabilitas ekonomi makro di wilayah ini dinilai masih cukup tangguh dalam menghadapi dinamika pasar.
Memasuki triwulan I-2026, survei kegiatan dunia usaha memproyeksikan pertumbuhan yang terus berlanjut dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 40,7 persen. Kendati demikian, tantangan global masih membayangi kinerja ekspor yang terkontraksi akibat ketidakpastian kondisi internasional. Bank Indonesia juga mencatat bahwa sebagian pelaku industri pengolahan masih menerapkan sikap wait and see, tercermin dari indeks PMI yang berada di level 43,47 persen. Namun, dengan kenaikan rencana investasi pada triwulan mendatang, kawasan Ciayumajakuning tetap optimis mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com






