Denpasar – Hujan deras yang mengguyur Bali selama empat hari berturut-turut menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam sejumlah permukiman warga di kawasan Denpasar Selatan pada Selasa, 24 Februari 2026. Luapan air sungai yang melintasi Desa Sidakarya tersebut masuk ke rumah dan tempat usaha warga dengan ketinggian mencapai 30 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tumpukan sampah plastik yang menyumbat jembatan serta gorong-gorong, sehingga memperlambat surutnya air di kawasan hilir seperti Jalan Kerta Dalem dan Jalan Sidakarya.
Dampak banjir kali ini terpantau meluas di beberapa titik strategis, mulai dari kawasan perumahan di Kerta Dalem Sari hingga area publik di dekat Pasar Sidakarya. Tidak hanya merendam hunian, genangan air juga menggenangi area persawahan dan mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang setempat. Sejumlah warga pun harus bergotong royong menguras air dan membersihkan saluran drainase secara mandiri agar aktivitas harian tetap bisa berjalan. Selain Sidakarya, titik genangan banjir juga dilaporkan muncul di wilayah Pemogan, Panjer, Sesetan, hingga kawasan Bumi Ayu di Sanur.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah menerbitkan peringatan dini dengan level waspada hingga awas terkait potensi hujan sedang hingga ekstrem serta angin kencang di Bali yang diprakirakan berlangsung hingga 26 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan kondisi drainase yang rawan tersumbat. Pemerintah kota dan BPBD Denpasar terus memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi kenaikan debit air yang lebih tinggi di titik-titik rawan banjir lainnya. Dikutip dari Antaranews.com





