BPH Migas Jamin Distribusi BBM di Aceh Tamiang Aman Pascabencana

  • Ekonomi
  • February 16, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas memastikan bahwa stok dan distribusi BBM di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dalam kondisi aman. Langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan ekonomi warga setelah sempat terdampak bencana banjir. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa saat ini seluruh SPBU di wilayah tersebut, termasuk yang sebelumnya terendam air di Alur Bemban dan Tanah Terban, telah kembali beroperasi secara normal untuk melayani mobilitas masyarakat.

Dalam peninjauan langsung ke lapangan, BPH Migas memantau tujuh SPBU di Aceh Tamiang, termasuk SPBU di area Seumadam yang berfungsi sebagai penyangga pasokan jika terjadi gangguan di wilayah bencana. Kelancaran distribusi ini mencakup jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi. Dengan pulihnya layanan energi ini, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan mempercepat proses pemulihan ekonomi lokal yang sempat terhambat.

Selain memastikan kuantitas stok, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga juga melakukan uji mutu dan akurasi volume BBM yang keluar dari mesin pompa. Melalui uji tera, pengecekan warna, serta berat jenis atau densitas, dipastikan bahwa kualitas BBM yang diterima masyarakat tetap memenuhi standar regulasi dan berada dalam ambang batas toleransi yang ditetapkan. Sinergi pengawasan ini dilakukan untuk menjamin pelayanan energi yang adil dan berkualitas bagi warga Aceh Tamiang. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…