Kerja Sama Maritim RI-Inggris Serap 600 Ribu Tenaga Kerja Lokal

  • Politik
  • January 22, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa kerja sama maritim antara Indonesia dan Inggris dalam pembangunan kapal tangkap nelayan diperkirakan mampu menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja di Tanah Air. Kesepakatan ini menjadi salah satu poin utama dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London. Proyek ini mencakup pembuatan 1.582 unit kapal yang pengerjaannya akan dipusatkan di dalam negeri.

Rincian penyerapan tenaga kerja tersebut mencakup 400 ribu orang di sektor produksi dan perakitan kapal, serta 30 ribu orang yang akan bertugas sebagai awak kapal. Selain itu, terdapat potensi lapangan kerja bagi 170 ribu orang lainnya yang tercipta melalui efek pengganda ekonomi dari aktivitas industri tersebut. Kerja sama ini dijalankan melalui Maritime Partnership Programme yang juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkatan laut dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Presiden Prabowo menyambut baik kolaborasi ini karena dinilai menjadi elemen penting dalam pengembangan ekonomi maritim Indonesia. Selain membuka peluang investasi baru di industri galangan kapal, kemitraan ini diharapkan mampu membantu revitalisasi komunitas nelayan tradisional serta memperkuat pertahanan maritim. Dengan fokus pada perakitan lokal, program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    KPU Siapkan Aturan Baru Pemilu, Imbas Putusan MK soal Ijazah Gibran

    Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan aturan Pemilu mendatang. Komisioner KPU…

    Survei LKPI Pemilu 2029: Peta Kekuatan Partai Politik Masih Tersebar Beragam

    Jakarta – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan bahwa peta kekuatan dan pilihan masyarakat terhadap partai politik menjelang Pemilu 2029 masih sangat dinamis dan beragam.…