BI Catat Cadangan Devisa Desember 2025 Melonjak ke 156,5 Miliar Dolar AS

  • Ekonomi
  • January 8, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mengalami peningkatan menjadi 156,5 miliar dolar AS. Jumlah tersebut naik sebesar 6,4 miliar dolar AS dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 150,1 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah untuk memperkuat struktur keuangan negara.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini menunjukkan tingkat kecukupan yang tinggi karena berada jauh di atas standar internasional yang minimal sebesar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai kondisi ini sangat memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional secara menyeluruh.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan ekonomi akan tetap baik didukung oleh aliran modal asing yang diperkirakan terus masuk ke pasar domestik. Persepsi positif investor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik menjadi faktor penggerak utama. BI juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung target pertumbuhan yang berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…