IHSG Diprediksi Capai 10.000 Tahun 2026, Purbaya: Optimisme Pasar Modal Meningkat

  • Ekonomi
  • January 1, 2026
  • 0 Comments

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mampu menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026. Meskipun capaian pada akhir tahun 2025 berada di level 8.646,94 dan sedikit di bawah target sebelumnya, ia meyakini bahwa sinkronisasi kebijakan pemerintah serta kondisi fundamental ekonomi yang semakin membaik akan menjadi pendorong utama kenaikan indeks yang lebih cepat di tahun mendatang.

Kinerja pasar modal di penghujung tahun 2025 sendiri dipengaruhi oleh tren pemangkasan suku bunga global dan domestik yang meningkatkan minat risiko investor terhadap pasar negara berkembang. Selain faktor kebijakan moneter, aktivitas transaksi di akhir tahun juga didorong oleh fenomena window dressing dan performa emiten berkapitalisasi besar yang tetap solid, meskipun indeks saham unggulan LQ45 sempat mengalami sedikit koreksi.

Menghadapi tahun 2026, arah pergerakan indeks akan sangat bergantung pada aliran modal asing serta dinamika geopolitik global. Para pengamat menilai bahwa kombinasi antara kinerja emiten yang kuat dan masuknya dana asing secara masif akan menjadi penentu apakah level psikologis 10.000 dapat tercapai. Dengan kebijakan yang lebih terintegrasi, pasar modal Indonesia diharapkan mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2026. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…