Awas Penipuan Online! Kriminolog Ungkap Mengapa Libur Nataru Jadi Sasaran Empuk Hacker

Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap lonjakan kejahatan siber selama libur Natal dan Tahun Baru. Pelaku kejahatan sering memanfaatkan euforia dan kondisi emosional masyarakat untuk melancarkan aksi penipuan melalui modus scamming, seperti penawaran investasi bodong dengan keuntungan yang tidak masuk akal. Selain itu, modus phishing juga marak dilakukan dengan menduplikasi tampilan platform digital populer agar korban merasa yakin untuk memberikan data pribadi mereka.

Lucky juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan deepfake yang mampu meniru figur publik demi memanipulasi kesadaran korban. Sejalan dengan itu, Ketua ICSF Ardi Sutedja menambahkan adanya risiko pada transaksi digital menggunakan QRIS. Pelaku dapat memanipulasi kode batang dengan menempelkan QRIS palsu sehingga dana pembayaran dialihkan ke rekening yang salah tanpa disadari oleh pengguna.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan transaksi di tempat-tempat resmi dan tetap teliti terhadap setiap penawaran digital yang mencurigakan. Langkah antisipasi ini sangat penting dilakukan untuk menghindari manipulasi teknologi yang mengemas kejahatan konvensional menjadi aksi kriminal digital yang sulit dideteksi secara kasat mata. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Program ASRI Serap 500 Ribu Genteng Plered ke Berbagai Daerah

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi melepas pengiriman 500.000 keping genteng buatan pengrajin Plered, Jawa Barat, menggunakan armada 125 truk untuk didistribusikan ke berbagai daerah pada 2 Oktober 2026. Pelepasan ini…

    Pemerintah Sahkan Perpres Perlindungan Ekosistem Ojol

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital guna memberikan payung hukum yang komprehensif bagi para pengemudi ojek…