Jakarta – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan arus peti kemas 3.269.607 TEUs menjelang tutup tahun 2025, tumbuh 13,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi arus logistik dan konsistensi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan. Peningkatan tercatat hampir di seluruh wilayah operasional, dengan Area Non-Tanjung Priok tumbuh 11,09 persen dan Area Tanjung Priok 13,86 persen.
Kinerja positif didorong ekspor komoditas unggulan, seperti Refined Glycerine dan kopi di Panjang, karet dan kelapa di Palembang, serta Gambier dan Cassia Vera di Sumatera Barat. Di Tanjung Priok, pertumbuhan dipengaruhi layanan internasional dan domestik baru.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2025 mencapai 234,04 miliar dolar AS, naik 6,96 persen, dengan neraca perdagangan surplus 35,88 miliar dolar AS.
Pramestie menegaskan IPC TPK menjaga keandalan operasional terminal agar pengguna jasa memperoleh kepastian layanan, terutama menjelang akhir tahun. Dikutip dari Antaranews.com







