Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS dalam perdagangan Senin (1/12/2025). Setelah akhir pekan lalu ditutup melemah di Rp16.675 per dolar AS, rupiah dibuka menguat 0,07 persen menjadi Rp16.664 per dolar AS, menurut data Bloomberg.
Analis Pasar Uang, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS. Penguatan ini didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember serta kabar Kevin Hassett akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Hassett dikenal memiliki sikap dovish yang berpotensi menurunkan suku bunga.
Analis lainnya, Fikri C. Permana, memprediksi rupiah menguat ke Rp16.650 per dolar AS. Fikri menambahkan bahwa pelaku pasar juga akan mencermati rilis data PMI Manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis sejumlah data ekonomi penting, antara lain inflasi hingga November 2025, data ekspor-impor, dan neraca perdagangan Indonesia. Informasi ini menjadi perhatian investor untuk memetakan pergerakan rupiah ke depan. Dikutip dari RRI.co.id






