Utang Baru Rp570,1 Triliun, Wamenkeu Pastikan Pemerintah Bertindak Hati-Hati

  • Ekonomi
  • November 21, 2025
  • 0 Comments

Jakarta – Pemerintah mengumumkan telah menarik utang baru sebesar Rp570,1 triliun hingga Oktober 2025. Jumlah tersebut setara 77,94 persen dari total target penarikan utang Rp731,5 triliun dalam Laporan Semester (Lapsem) APBN 2025.

“Pembiayaan APBN tahun 2025 kita lakukan dengan terus menjaga prinsip kehati-hatian, fleksibilitas serta disiplin dalam batas yang aman,” ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025, dikutip dari Antara, Jumat (21/11/2025).

Menurut Suahasil, penarikan utang Rp731,5 triliun pada tahun berjalan digunakan untuk menutup defisit APBN yang, berdasarkan outlook, diperkirakan mencapai 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Manfaatkan Sisa Anggaran Lebih

Selain mengandalkan pembiayaan utang, pemerintah juga memanfaatkan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun guna menekan kebutuhan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

“Kami telah melaporkan hal ini kepada DPR dalam laporan semester, dan pemerintah memperoleh persetujuan untuk menggunakan SAL Rp85,6 triliun guna mengurangi penerbitan SBN di tahun 2025,” jelas Suahasil.

Ia menambahkan, pemenuhan pembiayaan utang hingga saat ini masih on track dengan sejumlah langkah mitigasi risiko, seperti prefunding, cash buffer yang memadai, serta strategi active cash and debt management.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa APBN 2025 mencatat defisit Rp479,7 triliun atau 2,02 persen terhadap PDB per 31 Oktober 2025. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Ekonomi Ciayumajakuning Tumbuh 5,09 Persen, Bank Indonesia Sebut Tren Positif Berlanjut

    Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon melaporkan tren positif pada perekonomian wilayah Ciayumajakuning yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,09 persen (yoy) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan…

    Infrastruktur Gas Jabar Diperkuat, Jadi Mesin Utama Penggerak Ekonomi Nasional

    JAKARTA – Penguatan infrastruktur gas bumi di Jawa Barat (Jabar) kini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha…