Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya musim kemarau ekstrem pada tahun 2026. Kondisi ini diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Kotim pada periode Juli hingga September 2026 dengan tingkat kekeringan yang cukup parah.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan berdasarkan buletin iklim BMKG Juni 2026, wilayah Kotim diprediksi mengalami curah hujan sangat rendah, yakni hanya 0–20 mm atau berada di bawah normal. Kondisi tersebut diperparah oleh pengaruh fenomena El Niño yang diperkuat Indian Ocean Dipole (IOD) positif, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan potensi kebakaran, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar.
Menurut Multazam, langkah pencegahan menjadi fokus utama untuk mengurangi risiko karhutla. BPBD Kotim mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menerapkan metode pertanian tanpa bakar. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap sumber api kecil seperti puntung rokok yang dapat memicu kebakaran besar di tengah kondisi lahan yang sangat kering. BPBD juga memperkuat patroli, pemantauan titik panas, koordinasi dengan BMKG, serta menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyediaan sumber air, pembuatan sekat bakar, dan kesiapan peralatan pemadam serta masker N95 untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Dikutip dari Antaranews.com




