Semarang – Dalam rangka memperkuat sinergi antarinstansi serta mendukung optimalisasi pelaksanaan Program Sengkuyung Berbasis Kewilayahan, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Semarang, Manggala Aji Mukti, menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sengkuyung Berbasis Kewilayahan yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bapenda Kota Semarang ini dihadiri oleh jajaran Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Kepala UPPD Samsat Kota Semarang I, II, dan III, serta perwakilan kecamatan se-Kota Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2026 dengan tujuan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan menggali berbagai strategi dalam mendukung peningkatan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Kegiatan FGD dibuka oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Pengembangan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Semarang, Bambang Prihartono, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Program Sengkuyung sebagai salah satu instrumen strategis peningkatan pendapatan daerah. Melalui forum ini, para peserta diberikan ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah yang dapat diimplementasikan di masing-masing wilayah guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Jasa Raharja Cabang Semarang menyampaikan berbagai materi dan insight terkait peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas melalui pengelolaan dana SWDKLLJ. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan masyarakat dalam melakukan pembayaran PKB dan SWDKLLJ sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan program perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Tidak hanya itu, Manggala Aji Mukti juga memaparkan inovasi yang telah dikembangkan oleh Jasa Raharja Cabang Semarang dalam mendukung kegiatan penagihan dan pemetaan potensi kendaraan bermotor yang masih memiliki tunggakan pajak. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Dashboard RICJRSEMARANG, sebuah sistem monitoring dan analisis data yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi tunggakan kendaraan bermotor secara lebih cepat, akurat, dan terukur. Dashboard tersebut telah dimanfaatkan secara aktif dalam kegiatan penagihan yang dilakukan sepanjang bulan Mei dan terbukti membantu optimalisasi proses pendataan serta tindak lanjut terhadap wajib pajak yang masih memiliki tunggakan.
Para peserta yang terdiri dari perwakilan kecamatan se-Kota Semarang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Berbagai strategi dan praktik baik yang telah diterapkan oleh Jasa Raharja Cabang Semarang menjadi bahan diskusi dan referensi bagi peserta untuk diadaptasi dalam pelaksanaan Program Sengkuyung Berbasis Kewilayahan di wilayah masing-masing. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman tersebut, diharapkan muncul berbagai inovasi baru yang mampu meningkatkan efektivitas program serta memperluas jangkauan pelaksanaan kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Selain membahas aspek teknis pelaksanaan program, forum ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses pendataan, monitoring, dan evaluasi kegiatan. Dengan dukungan data yang akurat dan terintegrasi, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mengambil langkah yang lebih tepat dalam menentukan strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Tim Pembina Samsat, Jasa Raharja, serta seluruh perangkat kewilayahan dalam mendukung keberhasilan Program Sengkuyung. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kepatuhan pembayaran PKB dan SWDKLLJ, optimalisasi pendapatan daerah, serta penguatan perlindungan dasar bagi masyarakat pengguna jalan.
Partisipasi aktif Jasa Raharja dalam forum-forum strategis seperti ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pemerintah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis data. Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antar pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program peningkatan kepatuhan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat.





