JAKARTA – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 620 jiwa dari 330 Kepala Keluarga (KK) terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat bencana kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat di Kemayoran pada Senin malam (1/6/2026). Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin, merinci bahwa sebaran korban terdampak paling besar berada di wilayah RW 04 (RT 12 hingga RT 16) dengan jumlah mencapai 500 jiwa, serta di wilayah RW 05 (RT 01 sampai RT 03) Kelurahan Kebon Kosong yang mencatat sebanyak 120 jiwa terpaksa mengungsi.
Dalam proses penanggulangan di lapangan, Syarifudin mengungkapkan bahwa petugas pemadam sempat menghadapi kendala pelik yang memperlambat pergerakan. Akses jalan menuju titik api yang sangat sempit khas pemukiman padat, kerumunan warga yang menonton di sekitar lokasi kejadian, hingga kepanikan para penghuni yang berhamburan menyelamatkan harta benda menjadi hambatan utama bagi armada pemadam. Kendati demikian, ratusan petugas terus berjibaku secara taktis di tengah situasi yang krusial demi memutus rantai perambatan api ke bangunan lain.
Akibat dinamika hambatan tersebut, operasi pemadaman yang dimulai sejak pukul 21.05 WIB baru berhasil dilokalisasi (status kuning) pada pukul 23.30 WIB setelah mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran serta 175 personel gabungan. Petugas akhirnya berhasil merampungkan operasi pendinginan secara menyeluruh pada Selasa dini hari pukul 04.15 WIB. Hingga saat ini, posko pengungsian dan penyaluran bantuan darurat mulai didirikan di sekitar Kelurahan Kebon Kosong untuk memfasilitasi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal mereka. Dikutip dari Antaranews.com





