JAKARTA — Perjalanan KRL Commuter Line rute Duri-Tangerang terhenti mendadak di perlintasan sebidang Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa sore. Insiden ini dipicu oleh suara ledakan sebanyak tiga kali dari dalam gerbong yang diikuti dengan padamnya fasilitas lampu KRL. Kejadian tersebut sontak membuat situasi di dalam kereta sempat mencekam dan memicu kepanikan luar biasa di antara para penumpang.
Menurut kesaksian warga dan penumpang di lokasi, dentuman keras tersebut terdengar sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung membuat sistem kelistrikan kereta tidak stabil. “Sempat bunyi ledakan, lalu lampu mati, hidup lagi, dan meledak lagi sampai tiga kali sebelum akhirnya kereta berhenti total,” ujar Tasya (25), salah satu penumpang yang memilih turun di perlintasan Rawa Buaya karena panik. Sementara itu, sebagian penumpang lain memilih bertahan di dalam gerbong yang gelap sambil menunggu evakuasi dan kepastian dari petugas.
Dampak dari matinya KRL Duri-Tangerang ini memicu kemacetan parah di sekitar lokasi kejadian karena posisi kereta yang melintang menutupi jalan raya. Palang pintu perlintasan ke arah Jalan Daan Mogot tertutup rapat, sehingga memaksa para pengendara mencari jalur alternatif. Hingga berita ini diturunkan, sirine perlintasan masih terus berbunyi dan belum ada keterangan resmi dari pihak KAI Commuter terkait penyebab pasti gangguan teknis tersebut. Dikutip dari Antaranews.com




