Rupiah Menguat Hari Ini, Dampak Positif Redanya Ketegangan di Timur Tengah

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi, naik 62 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.325. Penguatan ini terjadi menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan dukungan kuat dari pemerintah Tiongkok terkait gencatan senjata. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa situasi global yang mendingin ini memicu sentimen positif yang mendorong mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah, untuk bangkit melawan greenback.

Sentimen perdamaian semakin kuat setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal positif mengenai peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut. Di saat yang sama, dukungan Tiongkok terhadap negosiasi dan rencana kunjungan Trump ke Beijing pekan depan turut memberikan angin segar bagi pasar keuangan. Kondisi ini membuat investor kembali melirik aset berisiko di negara berkembang, sehingga tekanan terhadap kurs rupiah mulai berkurang secara signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.387.

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS juga dipicu oleh rilis data ekonomi domestik Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Data ADP Employment Change periode April 2026 tercatat hanya meningkat sebesar 109 ribu, lebih rendah dari prediksi analis yang mematok angka 120 ribu. Kombinasi antara melandainya tensi perang di Timur Tengah dan melambatnya penyerapan tenaga kerja di AS menjadi faktor utama yang menjaga momentum penguatan rupiah di pasar spot hari ini. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Antisipasi Kebijakan The Fed, Presiden Prabowo Instruksikan Penguatan Fundamental Ekonomi

    Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional sebagai langkah antisipasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The…

    Industri Pengolahan Dominasi Ekspor Indonesia Awal 2026, Tembus 54,98 Miliar Dolar AS

    Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa sektor manufaktur ini mendominasi…