Kabupaten Bogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara tegas menyuarakan nasib puluhan ribu warga terdampak penutupan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor saat menerima aksi massa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin. Rudy meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memberikan kepastian kebijakan dengan membuka kembali operasional tambang yang telah mengantongi izin resmi. Langkah ini dinilai mendesak mengingat masyarakat di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang sangat menggantungkan kelangsungan ekonomi mereka pada aktivitas pertambangan yang telah terhenti selama tujuh bulan terakhir.
Sebagai bentuk komitmen terhadap regulasi, Pemkab Bogor memastikan akan mengikuti seluruh ketentuan lingkungan hidup serta mempercepat solusi infrastruktur melalui pembangunan jalur khusus angkutan tambang. Rudy menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan jalur tambang, dengan target rampung pada tahun 2026. Pembangunan jalur khusus ini diharapkan menjadi solusi permanen agar aktivitas pengangkutan material tambang tidak lagi mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan umum di wilayah Bogor Barat.
Di sisi lain, desakan masyarakat semakin menguat karena kondisi ekonomi warga yang kian memprihatinkan akibat kehilangan mata pencaharian. Ketua Aliansi Masyarakat setempat mengungkapkan bahwa sekitar 7.720 warga yang terlibat dalam aksi damai tersebut menuntut keadilan agar tambang legal dapat segera beroperasi kembali. Pemkab Bogor terus berkoordinasi intensif dengan Pemprov Jabar guna memastikan proses evaluasi tambang segera membuahkan hasil yang berkeadilan, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak dapat kembali pulih. Dikutip dari Antaranews.com






